writing, eating and… dancing

Standar

haaii everyone… see me again in this blog. Sejujurnya sih, gue ngga tau blog gw ini ada yang baca apa enggak. Atau cuma gue doang yang baca sebagai penulisnya, hehe,, yaa whatever. Tapi blog buat gue adalah tempat curhat. karena nulis selembar di diary itu lebih pegel daripada ngetik belasan lembar di laptop. Aaaand… guess what I’m going to teling you now??

I’m a wife now! Yap, just a simple usual wife. 😀

But it’s totally change me for a whole of my status. No nine to five. No driving for traffic, No work for someone’s order and so on and so on. Gue dirumah ngapain dong kalo gitu? gue juga suka rada bingung jawabnya kalo ada yang nanya kayak gitu. Hmm, gue sekarang dirumah kerjaanya cuma berusaha melakukan apa yang gue suka. Mungkin bagi sebagian orang itu gampang. Tapi buat gue itu susah. I mean, my passion.

Gue masak, gue cuci piring, gue nyapu, gue beres-beres rumah kadang-kadang, belanja, jalan-jalan ngapalin surabaya. Hahaha… enak yaa kedengeranya. Emang enak sih. Yang enggak enak cuma sendirianya aja kalau suami lagi ngantor. Life really changing here. Sebulan sudah gue di sini, dan gue betah. So what next?

Dari kecil, gw besar dengan lingkungan yang membuat gue tidak pede dengan apa yang menjadi passion gue. Sedangkan disini gue bebas. Oh, thanks to my understanding husband. Gue suka nulis, gue suka nari dan gue suka makan. That’s it.

Sekarang. Detik ini. Gue mau mulai semuanya itu. Terserah sama orang lain yang enggak suka. Yang mencibir kalau gue enggak mampu atau sama orang yang lain yang punya minat dan bakat lebih pada bidang tersebut dibanding gue. Terserah. Gue cuma pengen ngebuat kata bahagia happened di hidup gue. Bukan fake happy yang hampir pernah gue alamin sebelumnya. Happy tapi ngeluh terus setiap harinya. Ketawa-ketawa tapi ngedumel kalau di suruh bos. Bangun tiap pagi dengan kaki berat turun dari kasur. Not at all. Gue inih sekarang sedang belajar lepas dari belenggu itu semua.

Nulis. Buat gue kayak suatu detox. Ya kayak sekarang ini. Suka gue mikir, kenapa yah gue suka nulis. Kadang gue suka ngerasa kayak pengecut. Iya, yang kalau ada kegelisahan yang dilakuin bukanya action, tapi duduk diem depan laptop dan curhat sama benda mati. Yeah, ketika kadang lo berpikir kalo aksi lo terhadap reaksi dari suatu hal yang lo enggak suka malah hanya akan nimbulin masalah baru. Di saat itu lah gue milih nulis.

Kadang nulis juga ngebuat gue ngerasa kabur. Gue, yang ngerasa selalu mencoba memakai berbagai sudut pandang dalam suatu hal, makin yakin kalau nulis itu kok kayaknya hanya untuk pengecut yah. Pertama untuk detox, terus sekarang kabur. Eh tapi ini serius lho. Dengan nulis, gue ngerasa bisa kabur dari keadaan atau kondisi yang gue hadapin di dunia nyata yang enggak gue suka. Gue bisa bikin cerita sendiri. Gue bisa ngayal. Gue bisa jadi diri siapa aja di karya-karya gue yang gue enggak pernah kesampean di dunia nyata. Yap, kabur dari penatnya kehidupan nyata adalah alasan pasti setiap orang untuk melakukan hobinya. Then I did it. I do it. That’s a fact. I’m escaping in my novel. and… whatever again, poeple!

Gue mau nulis sebanyak-banyaknya. Gue mau coba nerbitin tulisan gue semampu gue. Kalopun enggak laku, terserah. Gue hanya akan melakukan apa yang gue suka dan apa yang bisa bikin gue bahagia sekarang ini dan ke depannya. Yang tidak merugikan orang lain.

Nari. Menari. Dancing. I love it! I love it so much!. Dancing is the first thing that I liked even before writing. Dan juga yang gue sadarin. Gue sadar kalau gue suka nulis itu SMA. Padahal beberapa tahun terakhir ini kalo gelombang alfa gue lagi dateng, kayaknya sama-samar gue inget kalau dari zaman sd gue udah suka nulis cerpen deh. Di buku tulis bergaris, pake tulisan sambung yang waktu itu lagi ngehits banget di ajarin sama bu gurunya. Biasanya 2 lembar rekor gue nulis waktu itu. Dan setelah banyak tulisan di laptop gue dan menyebarkan novel ala-ala gue ke temen-temen, ingatan SD itu baru dateng. Terus gue baru bisa bilang “Ooh… gue itu udah dari dulu ya suka nulis, kok gue lupa ya…”.

Tapi beda sama nari. Dari SD sampai sekarang gue selalu inget perjalanan hobi gue ini. Dan gue suka banget sama nari. Apalagi skill dance. Nari yang pake gaya-gaya kelenturan tubuh tertentu. I love to work with my body. Shake it, hit it, drop it! Nari ituu bikin gue ngerasa lepas. Yap, that’s why I love clubbing, hahaha…

Gue suka menjadi pusat perhatian. Jujur. Tapi bukan hanya karena itu gue jadi suka nari. Gue suka aja gitu denger musik, goyang-goyangin badan mengikuti irama, atau membuat gerakan teratur, tertentu dari awal sampai akhir lagu. Gue suka koreo. I like to make blocking. Buat suatu susunan gerakan, terus susunan formasi, dan ngebuat sebuah pertunjukan. Gue suka pokoknya!. Keren aja gitu kayaknya kalo bisa atau liat orang bisa ngedance enak gitu. Apalagi kalau gerakannya gerakan-gerakan susah. Andai karir di bidang ini mudah dan menjanjikan di Indonesia, mungkin gue akan seriusin.

Lalu, makanan. Gue belom termasuk level yang obesitas atau makan apa aja yang ada di depan gue. Makanan yang kurang enak buat gue cuma 1 jenis. Yaitu sayuran. Selebihnya gue suka semuanya. Lalu, sama dengan nulis dan nari, sebagai seorang istri gue juga sekarang lagi banyak belajar buat masak. Gue masak yang gampang-gampang, telor balado, orek tempe, sayur sop, sosis asam manis, gule ayam, etc. I put my A score for a newbie like me in taste! Beberapa kali gue masak yang standar-standar aja sih enak. Minimal suami gue bilang enak. Hahahaha… kayaknya sih dia enggak bohong. Secara dia lebih jago masak daripada gue. Ketertarikan gue di makan juga udah lama nikin gue berasa pengen buka restoran apaa gitu yang unik. Tapi, that will take a long time later maybe.

Sekarang hampir tiap hari gue masak. Lagi suka juga bikin kue. Kue paling gampang sedunia gue rasa. Resepnya diajarin salah satu temen kantor dulu. Gue namainya Chocoball. Tapi gue sukanya pake rhum. Jadi Rhumball. Pengen juga gue kasih keju, nanti namanya jadi choco cheese ball. Atau nanti di modif apa lagi, yaa enggak tau gimana nanti ide dan mood gue. Hahaha…

Jujur, semua hobi, minat, bakat dan ketertarikan gue itu pengen gue buat supaya ngehasilin uang semua. Tapi enggak segampang itu juga pasti ya… But anyway, gue mau lanjut buat ngelakuin apa yang gue suka,  mewujudkan kata bahagia di hidup gue. Gue enggak mau jadi orang yang ngaku-ngaku happy padahal semua fasiltas yang dia pake uang orang tuanya. Atau orang yang berasa udah punya semuanya padahal dia enggak pernah tau minatnya apa. Orang yang pilih-plih padahal dia tidak punya keahlian apa-apa. Bahkan orang sombong padahal tanya berapa orang yang enggak nyaman sama sikapnya.

Just for all you guys. Again, that’s just my story now. What yours?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s