Who am I..??

Standar

Sekarang saya adalah perempuan 24 tahun dengan title sebagai anak ‘sipil’. Lulusan S1 ekstensi UGM dan D3 Poltek Negeri Bandung dengan jurusan yang barusan saya sebutkan di atas. Besar di beberapa kota, tapi saya bisa bilang kalau saya cinta Jakarta. Walau dengan fakta banjir dan macetnya, Jakarta tetap menjadi kota impian saya untuk berkarya..

Yap, sayangnya saya tinggal di selatan kota Jakarta. Bukan, bukan Jakarta Selatan, tapi di selatan Jakarta.. Secara status jauh berbeda ya..

Oke, anyway…

Walau 24 tahun hidup, tapi kalau ditanya “kamu mau jadi apa?”. Saya tetap bingun menjawabnya. Mungkin saya akan balik bertanya “Jadi apa dimana nih? di dunia nyata atau di dunia mimpi?”. Dari kecil saya merasa sebagai orang yang berbeda dengan orang lain (yah mungkin setiap orang merasa seperti itu). Dari kelas 1 SMP saya besar tanpa seorang ibu. Tapi saya masih beruntung, walau tidak satu rumah dengan beliau, tapi setidaknya kita masih satu dunia.

SMA saya masuk jurusan IPA, tapi saya sering merasa di dua dunia. Saya bangga akan logika-logika teknis, tapi di sisi lain saya juga sering sangat tertarik dengan hal-hal non teknis. Saya suka menari, mengarang-ngarang koreo, menulis, berdiskusi tentang psikologis orang. Tapi dengan keterbatasan segala hal, akhirnya saya masuk kuliah teknik sipil, bukan psikologi atau jurusan non teknik yg saya bilang tadi. Karena jika ayah saya bertanya “mau kerja apa kamu nanti masuk jurusan itu?”. Hanya dengan satu kalimat itu saja, saya anggap itu adalah ultimatum bahwa keluarga saya tidak suka kalau saya tidak masuk jurusan teknik.

Betul, saya mungkin termasuk ke dalam golongan orang yg penakut, atau terlalu bodoh untuk menganalisis kalimat-kalimat orang. Tapi baru sekarang saya mengerti apa yg mereka sebut minat, bakat, passion itu apa. Sekarang saya sudah 1 tahun bekerja di perusahaan swasta yang bergerak dibidang oil gas services & energy. Bahasa gaulnya, baru sekarang saya galau tentang ‘mau jadi apa saya?’.

Kembali ke paragraf 3.. ‘Mau jadi apa?’. Lalu pertanyaan kedua muncul ‘di dunia nyata atau di dunia mimpi?’. Oke, akan saya coba jawab perlahan pertanyaan simple itu. Di dunia nyata, otomatis saya harus menjadi seorang engineer hebat. Tempat saya bekerja saya yg notabene di bidang energi tentu saja mendukung saya untuk menjadi engineer tadi. Lalu pertanyaan bayangan muncul, “apa kamu akan bahagia dengan menjadi engineer dan segala konsekuensinya?”.

Sedangkan kalau di dunia mimpi, entah kenapa saya merasa lebih senang membayangkan hal ini. Jika di dunia mimpi, saya ingin jadi penulis terkenal seperti djenar maesaayu,DEE bahkan raditya dika sekalipun. Saya ingin jadi psikolog, yang kerjanya menolong orang menyelesaikan masalahnya, setiap hari akan dinamis mendengar masalah-masalah yg ada di dunia ini. Atau saya ingin jadi koreografer yang kerjaanya ngarang-ngarang tarian, penuh musik, bebas tanpa rutin nine to five. Lalu pertanyaan bayangan pun lagi-lagi muncul, “berani nggak kamu mewujudkan impian-impianmu itu?”

Di sini saya mendadak merasa dewasa itu sulit. Dulu waktu anak-anak, saya sering merasa pede untuk menjadi anak yang cepat membuat keputusan. Menjadi anak yg tegar dan tidak pernah dipusingkan dengan hal-hal remeh, termasuk saat orang tua saya harus berpisah di depan mata saya. Tapi semakin dewasa, kayaknya otak semakin melemah. Makin sering galau, makin sulit dalam memutuskan dan bertindak. Saya merasa sebagai penakut.

Okee.. whatever it is.. This is the way I am..

Sebetulnya saya sudah mencoba untuk berani. Banyak koreo-koreo yang pernah saya ciptakan dengan sound sistem seadanya di kamar saat-saat sekolah dulu. Saya juga sudah mencoba membantu masalah-masalah teman saya yang curhat dengan intens. Saya pun sudah menulis 2 novel dan satu cerpen untuk membuktikan bahwa saya memang memiliki passion di mimpi saya ini. Cerpen saya pun pernah masuk salah satu edisi tabloid remaja “TEEN” pada tahun 2006. Ketika ada ide, saya pasti nulis. Tapi untuk novel, sudah berkali-kali saya coba masukan ke penerbit di Jakarta & Bandung, tapi belum ada yang tembus.

Apakah menurut anda hidup adalah pilihan?

Sampai saat ini 24 tahun saya hidup, kok menurut saya hidup itu bukan pilihan yaah.. Atau saya yang terlalu takut untuk memilih. Tapi saya lebih senang memeberikan alasan, mungkin saya takut jika saya keluarga saya tidak bangga dengan saya. Sekarang di blog ini akan saya coba tuangkan semua yang saya ingin tuangkan. Mungkin mimpi itu bisa jadi kenyataan. Atau minimal membiarkan orang banyak tau tentang mimpi saya dan biarkan saya tetap berjalan di jalan kenyataan yang sekarang ini saya jalani..

So please enjoy to read this…

Iklan

2 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s